Selasa, 5 Jun 2012

7 Lapisan Bumi

Allah menciptakan bumi 7 lapisan

Dalam hadith ada diriwayatkan :
Lapis ke-7 dihuni malaikat
Lapis ke-6 dihuni iblis dan pembantunya
Lapis ke-5 dihuni syaitan-syaitan
Lapis ke-4 dihuni ular-ular
Lapis ke-3 dihuni kala jengking
Lapis ke-2 dihuni jin-jin
Lapis ke-1 dihuni manusia




Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya di balik gunung Kaf (Sebuah gunung yang dengannya dipasakkan gunung-gunung untuk mengukuhkan bumi) itu terdapat sebidang tanah putih yang tiada tumbuhannya. Luas tanah itu seperti luas tujuh kali ganda dunia. Di situ penuh sesak dengan malaikat. Sehingga andaikata sebilah jarum dijatuhkan dari atas, nescaya akan terjatuh di atas salah satu daripada malaikat tersebut.

Tiap-tiap tangan mereka memegang bendera yang panjangnya 40 farsakh (unit kiraan Parsi atau Iran sekarang ini). Setiap bendera dituliskan padanya, “Laa Ilaaha Illallaah, Muhamammadur Rasulullah”. Setiap malam Jumaat, mereka berkumpul di keliling gunung itu untuk merendahkan diri kepada Allah dan memohon keselamatan buat umat Muhammad SAW.

Jika fajar subuh sudah terbit, mereka berdoa : Ya Allah, ampunilah orang yang mandi di hari Jumaat dan yang datang menghadiri (solat) Jumaat. Mereka berdoa dengan suara tangis dan keras.

Lalu Allah berfirman, "Hai Malaikatku! Apa yang kalian kehendaki?"

Mereka menjawab, "Kami mahu Engkau mengampuni dosa umat Muhammad SAW.

"Aku telah mengampuni mereka," Jawab Allah SWT.

Bukit Kaaf yang dicipta oleh Allah dari zamrud yang hijau (sehingga warnanya berpengaruh terhadap warna biru langit dunia yang sering kita saksikan) adalah bukit yang mengelilingi ke segenap penjuru bumi agar bumi tidak bergerak & bergegar dan ia dijaga oleh satu malaikat yang besar, kuat dan perkasa.

Pada suatu hari, Iskandar Zulqarnain naik ke atas bukit Kaaf dan bertanya, “Wahai Jabal Kaaf, di bawahmu ada sejumlah bukit-bukit kecil. Cuba ceritakan kepadaku kekuasaan Allah yang demikian itu."

Jawab bukit Kaaf, “Di sebalikku ini ada bumi yang berjarak 500 tahun perjalanan. Ditambah pula oleh Allah yang memiliki kekuasaan yang sangat besar iaitu 500 buah bukit yang dijadikan dari air yang dibekukan, bukan ais atau salju. Air yang dibekukan dimaksudkan sebagai daya tahan terhadap lapisan-lapisan bumi agar tidak habis hancur terbakar oleh kedahsyatan ganasnya api neraka yang ada di bawah lapisan bumi yang paling bawah”.

“Dan dipancangkanNya di bumi itu, gunung menjadi pasaknya agar kamu tidak bergoncang."
(Luqman: 10)

“Dan bersegeralah untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu serta syurga seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.”
(Ali Imran: 133)

Seluas langit dan bumi memberikan 2 kali ganda. Langit berpasangan dengan bumi, matahari dengan bulan, siang dengan malam.

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu berpasangan.”
(Surah Yasin: 36)

Kita perlu mengerti maksud berpasangan itu bagaimana. Tentunya luas, panjang, lebar dan besarnya adalah sama. Kalau tidak sama, sudah tentulah membawa kepincangan dari sudut kestabilannya.

“Sesungguhnya Allah telah menciptakan tujuh langit dan bumi itu serupa.”
(Surah At-Thalaq: 12)

Sewaktu Abdullah bin Salam r.a bertanya kepada Nabi SAW, “Dengan apa bumi ini mampu tenang tidak bergegar dan bergoncang?”

Jawab Nabi SAW, “Dengan beberapa gunung."

Pertanyaan berikutnya, “Dengan apa gunung-gunung itu dikukuhkan?”

Jawab Nabi SAW, “Dengan Gunung Kaaf yang dibuat dari zamrud hijau dan birunya langit."

Setelah itu ditanya lagi, “Berapa jarak tingginya dari bumi ke langit dunia?”

Jawab Baginda SAW, “500 tahun perjalanan“.

Pertanyaan selanjutnya tentang jarak antara perjalanan kiri dan kanannya (utara-selatan) dari titik tengah. Jawab Nabi SAW, “200 tahun perjalanan.”

Dan ketika ditanyakan tentang penghuni bumi bagi setiap lapis daripada 7 lapis bumi itu, Nabi SAW menyebutkan,

“Penghuni lapisan -7 adalah para malaikat. Penghuni lapisan ke-6 adalah Iblis beserta bala tenteranya. Penghuni lapisan ke-5 adalah syaitan. Penghuni lapisan keempat adalah ular. Penghuni lapisan ketiga adalah kala jengking. Penghuni lapisan kedua adalah jin. Akhir sekali, penghuni lapisan pertama adalah manusia."


Ditemukan setelah bertahun-tahun dilakukan penelitian bahwa bumi di mana kita hidup terdiri dari lapisan-lapisan. Para ilmuwan semula menduga bahwa lapisan bumi berjumlah tiga. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ilmuwan menemukan kenyataan baru bahwa lapisan bumi bukan tiga tetapi lima. Namun, belakangan U. S. Geological Survey melakukan survei terhadap perut bumi melalui gelombang seismik dan ternyata jumlah lapisan bumi ini adalah tujuh. Yang mengagumkan adalah bahwa angka ini adalah angka yang ditunjukkan oleh Alquran. Allah Ta`ala berfirman:
(اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا) [الطلاق: 12
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”
 
Bukankah ini merupakan sebuah mukjizat yang patut direnungkan?


Al-Qur’an al-Karim, perkataan Tuhan, menuturkan kepada kita tentang tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan bumi di dalam dua ayat berikut:

Qs.2 Baqarah:29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Qs.17 Israa':44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Qs.42 Fushshilat:12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Qs. 67 Mulk:3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Qs. 65 Thalaaq:12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan SEPERTI ITU PULA BUMI. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Ayat pertama bericara kepada kedua tentang dua sifat langit: bilangan langit itu, yaitu tujuh, dan bentuk langit, yaitu berlapis-lapis. Inilah arti kata thibaqan yang kita temukan di dalam kitab-kitab tafsir al-Qur’an dan kamus-kamus bahasa Arab. Sedangkan ayat kedua menegaskan bahwa bumi itu menyerupai langit, dan hal itu diungkapkan dengan kalimat, ‘Dan seperti itu pula bumi.’ Sebagaimana langit itu berlapis-lapis, maka begitu pula bumi, dan masing-masing jumlahnya tujuh lapisan.

2 ulasan:

  1. Maha suci Allah lagi maha mengetahui... ilmu Allah meliputi segalaNya... Allah maha besar lagi maha berkuasa...

    BalasPadam